Langsung ke konten utama



Manfaat dan Teknik Membaca Cepat


Membaca cepat adalah sebuah teknik membaca dengan kecepatan tinggi atau diatas rata-rata dan dibarengi dengan pemahaman bacaan yang tinggi juga.

Manfaat Membaca Cepat

1. Mudah mengenali Topik
Banyak bacaan yang tidak dapat hanya dilihat dari cover atau tampilannya saja oleh karena itu sebaiknya dalam hal memilih bacaan baik itu sifatnya buku/majalah/artikel di internet memakai teknik membaca cepat untuk mengetahui sekilas apa topik bacaan tersebut apakah cocok dengan anda atau tidak sehingga meminimalisir kesalahan pemilihan bahan bacaan dan informasi yang diperlukan.

2. Mengetahui pendapat san pemikiran  orang lain  dengan cepat
dengan teknik membaca cepat anda tentu dapat mengetahui pendapat atau isi dari bacaan tersebut dengan waktu singkat. Cara membaca cepat sangat mudah yaitu anda hanya perlu membaca awal paragraf dan akhir paragraf yang umumnya memuat kesimpulan atas apa isi bacaan tersebut.

3. Untuk mendapatkan bagian penting dalam bacaan
 Anda tidak harus dengan membaca secara detail keseluruhan dari bacaan namun dapat dengan menggunakan teknik membaca cepat

4. Mengetahui ide pokok 
Dengan membaca cepat anda akan lebih mudah mengetahui bagaimana ide pokok dan pikiran yang terkandung dalam tulisan. Apabila dengan mudah kita mengetahui ide pokok dan pikiran yang ada pada bacaan tentu kita akan lebih mudah memahami keterkaitan satu sama lain.

5. Mengingat Kembali
Biasanya membaca cepat juga dilakukan saat menjelang ujian atau menyampaikan ceramah dengan tujuan agar kita kembali mengingat lagi mengenai apa yang mau kita sampaikan dari bacaan yang sudah kita baca.

6. Menghemat waktu
Dengan membaca cepat kita akan menghemat waktu yang ada karena kita membaca dan menyerap makna kata per kata yang ada dengan singkat dan tepat. Selain itu kita juga dapat mengehemat waktu karena kita dapat melewati bagian-bagian yang tidak memiliki manfaat atau yang diperlukan dalam bacaan.



Teknik Membaca Skimming
Dalam membaca cepat dikenal teknik skimming dan scanning. Sekilas kedua cara ini sepertinya sama, meskipun sebenarnya berbeda. Skimming dilakukan untuk melakukan pembacaan cepat secara umum dalam suatu bahan bacaan. Dalam skimming, proses membaca dilakukan secara melompat-lompat dengan melihat pokok-pokok pikiran utama dalam bahan bacaan sambil memahami tema besarnya. Sementara scanning adalah mencari satu jenis informasi tertentu dalam bahan bacaan.


Bayangkan jika Anda harus membaca buku setebal 300 halaman. Apakah yang harus Anda lakukan terlebih dahulu?

Apakah langsung mulai membaca dari halaman pertama sampai terakhir?

Apakah membaca halaman paling depan, halaman belakang dan daftar isi terlebih dahulu?

Jika Anda berencana membaca suatu buku dengan halaman yang cukup banyak misalkan 50 – 300 halaman, maka hal pertama yang perlu dilakukan adalah melihat sekilas apa yang dibahas dalam buku tersebut. Dalam proses membaca, teknik ini dikenal dengan istilah melakukan preview atas isi buku. Dan untuk melakukannya digunakan skimming.



Bagaimana Melakukan skimming?
Skimming dilakukan dengan cara membaca judul bab, sub bab, dan beberapa alinea pertama dalam setiap bab-nya. Jika buku tersebut memuat kesimpulan dalam tiap bab, maka Anda dapat pula membaca sekilas ringkasan tadi.

Fungsi skimming adalah mendapatkan ide utama tentang topik bacaan, bukan detailnya. Jadi skimming dapat dikatakan berhasil jika Anda bisa mendapatkan ide pokok dan bisa membayangkan apa yang dibahas dalam keseluruhan isi buku secara umum.


Fungsi Skimming
Selain untuk melakukan pembacaan sekilas, skimming juga berguna dalam banyak proses membaca lainnya. Adapun beberapa alasan mengapa skimming dapat dilakukan tanpa harus terlalu khawatir kehilangan makna adalah:


Kebanyakan kalimat hanya memiliki beberapa kata penting yang menjadi pembentuk strukturnya. Dengan menghilangkan kata-kata lain yang tidak terlalu penting, maka makna kalimat sudah dapat ditangkap tanpa harus kehilangan makna sesungguhnya. Pada kesempatan yang akan datang saya akan membahas hal ini yang dikenal pula dengan nama telegraphic reading.

Dalam bahan bacaan yang cukup tebal, tidak semua bagian memiliki tingkat kesulitan yang sama. Ada bagian tertentu yang memang relatif lebih ringan dan mudah dipahami dibandingkan dengan bagian yang lain. Bagian yang ringan dapat dibaca dengan sangat cepat lewat skimming sedangkan bagian yang lebih sulit dibaca secara lebih lengkap dan teliti.

Ada kata-kata tertentu yang sangat penting dan berperan dalam membentuk struktur kalimat yakni subjek dan predikat. Masing ingat pelajaran bahasa Indonesia dulu? Subjek-Predikat-Objek-Keterangan (SPOK)? Dengan menguasai struktur kalimat dalam bahan bacaan dan menguasai terutama Subjek dan Predikat, maka inti bacaan sudah dapat dikenali. Karena itu, berfokuslah pada kata benda dan kata kerja. Selain itu, kuasai pula kata-kata penghubung yang bisa mengubah makna kalimat secara nyata jika kata-kata tersebut dihilangkan. Kata-kata tersebut antara lain: tidak, bukan, meskipun, akan tetapi, sebaliknya, pada sisi yang lain, dst.


Proses Skimming
Karena skimming berguna untuk mendapatkan gambaran umum suatu bahan bacaan, maka perlu koordinasi yang baik ketika melakukan skimming dengan otak yang aktif bertanya, menganalisa, membandingkan, serta membuat kesimpulan.

Oleh karena itu, jangan dianggap skimming seperti membaca sambil lalu. Sebaliknya, dibutuhkan proses membaca aktif di mana semua indera yang terlibat bekerja, mulai dari mata, otak, bahkan indra lain seperti penciuman dan pendengaran. Membaca aktif adalah ketika Anda seolah-olah masuk ke dalam bahan bacaan itu sendiri dan bisa mendengar, mencium serta merasakan apa-apa yang dituliskan.

Sumber:  
https://www.muhammadnoer.com/teknik-membaca-skimming/
https://manfaat.co.id/6-manfaat-membaca-cepat-hambatan-dan-cara-mudahnya

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Cek Daftar Peserta UN Tahun 2020

Peserta Ujian Nasional Tahun 2020 dapat di cek di Manajemen PDUN, Cara Login PDUN 2020 sudah dapat Anda lakukan, karena saat ini Nama-nama siswa yang akan mengikuti UN Tahun 2019 telah keluar pada laman tersebut. Cek Peserta UN Tahun 2019 / 2020 melalui laman http://pdun.data.kemdikbud.go.id/, atau cek Peserta Ujian Nasional Tahun 2020 di Manajemen PDUN, Cara Login PDUN 2020 sudah dapat Anda lakukan, karena saat ini Nama-nama siswa yang akan mengikuti UN Tahun 2019 telah keluar pada laman tersebut. Cek Peserta UN Tahun 2020 di http://pdun.data.kemdikbud.go.id/ Dengan mengecek Data siswa yang akan mengikuti UN di sekolah Anda tentunya ini akan membantu melihat apakah ada data siswa di sekolah Anda yang masih salah atau sudah benar semua, jika memang data siswa di sekolah Anda ada yang masih salah tentunya dengan segera dilakukan Perbaikan melalui Aplikasi Dapodik oleh Operator Dapodik PKBM Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat Operator sekolah/PKBM Pusat Kegiatan Be

PENDAFTARAN PAKET C UJIAN APRIL 2021

TELAH DI BUKA PENDAFTARAN TAHUN AJARAN BARU 2020 /2021 Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat PKBM Manunggal Nusantara Cyberschool (MNC) Untuk persiapan UJIAN NASIONAL : APRIL 2021 Syarat Untuk mendaftar Paket C ( Setara SLTA ) Lulus SMP minimal 3 tahun kebelakang sebelum tahun ajaran mengikuti UN. Contoh: untuk UN 2018 maka harus lulus SMP minimal 2015 kebelakang, 2000, 1995, dst bisa Harus mempunyai Ijazah SMP  Mengisi Formulir Pendaftaran yang sudah disediakan Foto Copy Ijazah SMP di Legalisir ASLI sebanyak 5 lembar, fotocopy 3 lembar  Menyerahkan Pas foto ukuran 2×3 (5 lembar), 3×4 (8 lembar), 4x6 (2 lembar) berpakaian kemeja putih polos, latar belakang warna merah dan hitam putih Membayar Uang Pendaftaran dan pendidikan sesuai ketentuan  Usia calon siswa tidak dibatasi  (usia wajar dikmen – diatas 12 tahun keatas)  Juga menerima Siswa Drop Out SMA/SMK atau Tidak Lulus SMA/SMK . BELAJAR MANDIRI DAN VIA ONLINE Bagi Siswa yang tidak bisa mengikuti kegiatan belajar men

Antilogisme dan Dilema gejala penyimpangan berpikir logis

Antilogisme dan Dilema. Antilogisme dan Dilema dalam logika sebagai gejala penyimpangan berpikir logis. ANTILOGISME Antilogisme atau pengujian silogisme adalah “suatu ingkaran kesimpulan pada silogisme majemuk yang menimbulkan ketidak selarasan antara premis dan kesimpulan”. Antilogisme digunakan untuk menguji silogisme majemuk. Hasil antilogisme bahwa yang tepat adalah kesimpulan semula, sebab kesimpulan yang kedua diingkari. Hukum dasar antisilogisme: “ingkaran kesimpulan dari silogisme majemuk yang mewujudkan ketidak selarasan dengan premisnya, maka yang tepat adalah kesimpulan semula”. Pembuktian dari antilogisme, yaitu ketepatan kesimpulannya dengan diagram himpunan. Penyimpulan antilogisme didasarkan pada hokum dasar antilogisme sebagai suatu TAUTOLOGIS (silogisme yang mesti benar), yang disusun oleh silogisme kondisional dengan cara: “ingkari konsekuen dengan menetapkan salah satu anteseden, maka kesimpulannya cukup ingkari salah satu antesedennya”. Cara ini mengikuti mo